Akhlak

Berbuat baik kepada sesama

Allah ta’ala berfirman:   إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا “Jika kamu berbuat baik maka kebaikan itu untuk diri kamu,dan jika kamu melakukan kejahatan maka kejahatan itu akan kembali kepadanya(diri).” (QS. al-Israa`:  7). Seandainya kalian memperbaiki amalan kalian, dan mengerjakannya sesuai tata cara yang diperintahkan, niscaya ganjaran amalan tersebut pasti kembali pada diri kalian,

Jujur

Allah ta’ala berfirman:     يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur(benar).” (QS. at-Taubah: 119). Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah, mengikuti rasul-Nya, dan menjalankan syariat-Nya, takutlah kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan bergabunglah bersama orang-orang yang

Berbuat Adil

Allah ta’ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. an-Nahl: 90). Sesungguhnya Allah

KUNCI TADABUR 1 : MEMPERSIAPKAN HATI

•~~~~~• ✒️ Oleh : Ust. Datyadikara, Lc., MEI. Mudir Madrasah Imam Muzani ———————————– • Ada keterkaitan yang sangat erat antara hati dan tadabur. Allah berfirman dalam sebuah ayat : { أَفَلَا یَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَاۤ } Maka tidakkah mereka mentadaburi Al-Qur`ān, ataukah pada hati mereka ada banyak penutup ? [Surat Muhammad: 24]. Al-Imam

MAKNA TADABUR AL-QURAN

  ✒️ Oleh : Ust. Datyadikara, Lc., MEI. Mudir Madrasah Imam Muzani ———————————– Tadabur merupakan kata bahasa Arab “تدبّر”. Kata ini berasal dari akar kata “دبر” yang berarti akhir dari sesuatu atau bagian belakang dari sesuatu, bisa juga berarti sesudah. [lihat : Maqaayis Al-Lughoh, Ibnu Faaris, maaddah ” دبر ]. Sebagai contoh, Nabi shallallahu ‘alaihi

Memakai pakaian yang layak saat shalat.

Allah – subhanahu wa ta’ala – berfirman ( يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ ) “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raaf: 31) Beberapa faedah dari

7 tipe manusia yang mendapat naungan.

  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ، أَخْفَى

Dermawan, Pemaaf, dan Tawadhu

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ، إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ “Harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, seorang hamba yang Allah anugerahi sikap pemaaf niscaya akan mulia, dan seseorang yang bersikap tawadhu’ karena Allah maka Allah akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim