Derajat tinggi bagi orang yang berilmu agama

Derajat tinggi bagi orang yang berilmu agama

Allah Ta’ala berfirman:

 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujaadilah: 11).

Tafsir singkat

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan melaksanakan apa yang disyariatkan kepada mereka, jika dikatakan kepada kalian, “Berlapang-lapanglah kalian di dalam majlis-majlis.” Maka lapangkanlah, niscaya Allah melapangkan bagi kalian kehidupan dunia dan di Akhirat. Dan jika dikatakan kepada kalian, “Bangkitlah dari majelis agar orang yang memiliki keutamaan duduk padanya.” Maka bangkitlah, niscaya Allah -Subḥānahu- mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat yang agung. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kalian yang luput dari-Nya, dan Dia akan membalas kalian atas perbuatan tersebut.

Di antara faedah yang bisa dipetik dari ayat di atas:

  1. Anjuran agar melapangkan tempat bagi saudaranya yang hendak duduk saat berada di majelis ilmu.
  2. Hendaknya seorang mukmin bersegera melakukan amar ma’ruf nahi mungkar bila kondisinya memungkinkan.
  3. Keutamaan orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menjalankan perintah-Nya, serta meninggalkan larangan-Nya.
  4. orang yang beriman dan juga berilmu [ilmu syar’i] serta mengamalkannya akan memperoleh derajat yang tinggi (utama).
  5. Orang pandai dan berilmu bukan semata-mata karena kecerdasan atau ketekunannya dalam menelaah, namun itu semua merupakan pemberian dan anugerah dari Allah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya.
  6. Allah Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya dan kelak Dia akan memberikan balasan yang setimpal.

Oleh: Akhmad Taufik Arizal, Lc., M.H.

Referensi:

  • at-Tafsir al-Muyassar
  • Aisarut Tafasir karya Syeikh al-Jazairi
  • https://quranenc.com/id/browse/indonesian_affairs
  • https://quranenc.com/id/browse/indonesian_mokhtasar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *